Senin, 18 Januari 2016

suku kubu

    MAKALAH
  KEHIDUPAN SOSIAL SUKU DI INDONESIA :
    SUKU KUBU

     https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjS39za0MYmmmtpz6pJXXFD5ODBZpnydDLia8DkSbayRCiFjLYYsr-JBsjIAughd4vcvF4L7P5yg1tL1cyGMiGJGz4d6nr802TXfll9w8A-hKYMyu-rYZCyPZjKsyaksn9XQOYasvimoCg/s200/Logo_Gundar.png

                                   Disusun Oleh :
     QAIS CAHYO WIBOWO
         55415473
  1IA03



 FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
  JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
       UNIVERSITAS GUNADARMA
             2015




DAFTAR ISI

DAFTAR ISI........................................................................................................ ii         
BAB I PENDAHULUAN................................................................................... 1
  Latar Belakang....................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN..................................................................................... 3
A.    Asal usul suku kubu..........................................................................................3
B.     Karakteristik dan kultur suku kubu..................................................................3
C.     Sistem kekerabatan...........................................................................................4
D.    Organisasi Sosial dan Kelompok Masyarakat pada Suku Kubu......................4
E.     Kehidupan Masyarakat Suku Kubu.................................................................5
F.      Peralatan, Komunikasi & Seni Suku Kubu.....................................................5
G.    Wilayah Persebaran Suku Kubu......................................................................5
BAB III PENUTUP............................................................................................. 7
   Kesimpulan........................................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 8

















ii
BAB I
Latar Belakang
Sejarah Suku Anak Dalam Kubu
Sejarah Suku Anak Dalam atau SAD masih penuh misteri, bahkan hingga kini tak ada yang bisa memastikan asal usul mereka. Hanya beberapa teori, dan cerita dari mulut ke mulut para keturunan yang bisa menguak sedikit sejarah mereka.
Sejarah lisan Orang Rimba selalu diturunkan para leluhur. Tengganai Ngembar (80), pemangku adat sekaligus warga tertua SAD yang tinggal di Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) Jambi, mendapat dua versi cerita mengenai sejarah Orang Rimba dari para terdahulu. Ia memperkirakan dua versi ini punya keterkaitan.
Yang pertama, leluhur mereka adalah orang Maalau Sesat, yang meninggalkan keluarga dan lari ke hutan rimba di sekitar Air Hitam, TNBD. Mereka kemudian dinamakan Moyang Segayo.
Sedangkan versi kedua, penghuni rimba adalah masyarakat Pagaruyung, Sumatera Barat, yang bermigrasi mencari sumber-sumber penghidupan yang lebih baik. Diperkirakan karena kondisi keamanan tidak kondusif atau pasokan pangan tidak memadai di Pagaruyung, mereka pun menetap di hutan itu.
Versi kedua ini lebih banyak dikuatkan dari segi bahasa, karena terdapat sejumlah kesamaan antara bahasa rimba dan Minang. Orang Rimba juga menganut sistem matrilineal, sama dengan budaya Minang. Dan yang lebih mengejutkan, Orang Rimba mengenal Pucuk Undang Nang Delapan, terdiri atas hukum empat ke atas dan empat ke bawah, yang juga dikenal di ranah Minang.
Di Kabupaten Tanah Datar sebagai pusat Kerajaan Pagaruyung sendiri, terdapat sebuah daerah, yaitu Kubu Kandang. Merekalah yang diperkirakan bermigrasi ke beberapa wilayah di Jambi bagian barat.
Sedangkan perilaku Orang Rimba yang kubu atau terbelakang, menurut Ngembar, disebabkan beratus tahun moyang mereka hidup di tengah hutan, tidak mengenal peradaban. Kehidupan mereka sangat dekat dan bergantung pada alam. “Kami beranak pinak dalam rimba, makan sirih, berburu, dan meramu obat alam, sehingga lupa dengan peradaban orang desa. Kami terbentuk jadi Orang Rimba,” tuturnya.
Mereka hidup seminomaden, karena kebiasaannya berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Tujuannya, bisa jadi “melangun” atau pindah ketika ada warga meninggal, menghindari musuh, dan membuka ladang baru. Orang Rimba tinggal di pondok-pondok, yang disebut sesudungon, bangunan kayu hutan, berdinding kulit kayu, dan beratap daun serdang benal.
Hasil survei Kelompok Konservasi Indonesia (KKI) Warsi tahun 2004 menyatakan, jumlah keseluruhan Orang Rimba di TNBD ada 1.542 jiwa. Mereka menempati hutan yang kemudian dinyatakan kawasan TNBD, terletak di perbatasan empat kabupaten, yaitu Batanghari, Tebo, Merangin, dan Sarolangun. Hingga tahun 2006, paling sedikit terdapat 59 kelompok kecil Orang Rimba. Beberapa ada yang mulai hidup dan menyatukan diri dengan kehidupan desa sekitarnya. Namun sebagian besar masih tinggal di hutan dan menerapkan hukum adat sebagaimana nenek moyang dahulu.
1
Selain di TNBD, kelompok- kelompok Orang Rimba juga tersebar di tiga wilayah lain. Populasi terbesar terdapat di Bayung Lencir, Sumatera Selatan, sekitar 8.000 orang. Mereka hidup pada sepanjang aliran anak-anak sungai keempat (lebih kecil dari sungai tersier), seperti anak Sungai Bayung Lencir, Sungai Lilin, dan Sungai Bahar. Ada juga yang hidup di Kabupaten Sarolangun, sepanjang anak Sungai Limun, Batang Asai, Merangin, Tabir, Pelepak, dan Kembang Bungo, jumlahnya sekitar 1.200 orang.
Kelompok lainnya menempati Taman Nasional Bukit Tigapuluh, sekitar 500 orang.
Karena tidak dekat dengan peradaban dan hukum modern, Orang Rimba memiliki sendiri hukum rimba. Mereka menyebutnya seloka adat.
Ada satu seloka yang bisa menjelaskan tentang Orang Rimba:
Bertubuh onggok
berpisang cangko
beratap tikai
berdinding baner
melemak buah betatal
minum air dari bonggol kayu.
Ada lagi:
berkambing kijang
berkerbau tenu
bersapi ruso

Mereka sehari-harinya tanpa baju, kecuali cawat penutup kemaluan. Rumahnya hanyalah beratap rumbia dan dinding dari kayu.
Cara hidup dengan makan buah-buahan di hutan, berburu, dan mengonsumsi air dari sungai yang diambil dengan bonggol kayu. Makanan mereka bukan hewan ternak, tetapi kijang, ayam hutan, dan rusa.
Identitas Orang Rimba yang tertuang lewat seloka, membedakannya dari orang terang – sebutan untuk masyarakat di desa.
Mereka membuat seloka tentang orang terang:
berpinang gayur
berumah tanggo
berdusun beralaman
beternak angso
Seloka yang muncul lewat mimpi juga memberi panduan mengenai hidup sosial di rimba. Aturan-aturan Orang Rimba memang tidak jauh dari Pucuk Undang Nang Delapan, yang dibawa dari minang. Aturan rimba sendiri melarang adanya pembunuhan, pencurian, dan pemerkosaan. Inilah larangan terberat, yang jika dilanggar akan dikenai hukuman 500 lembar kain. Jumlah kain sebanyak itu dinilai sangat berat, dan sangat sulit disanggupi, karenanya Orang Rimba berusaha untuk mematuhi.
Kisah yang dituturkan Ngembar tak berbeda jauh dengan warga Suku Anak Dalam (SAD) di kawasan lain TNBD. Tumenggung Tarib, pimpinan di salah satu rombongan SAD, mengemukakan bahwa mereka adalah keturunan Kerajaan Pagaruyung (dharmacraya) yang merantau ke Jambi. Untuk sejarah lisan ini, menurut Tarib, diturunkan sampai enam generasi ke bawah.
2
BAB II
ISI

A. Asal Usul Suku Anak Dalam Kubu
Penyebutan Orang Rimba pertama kali dengan berakhiran huruf ‘o’ pada disertasi tersebut dipertentangkan oleh beberapa antropolog meski tidak ada perbedaan makna, tetapi akhiran ‘o’ pada sebutan Orang Rimbo merupakan dialek Melayu Jambi dan Minang.
Tentang asal usul Suku Anak Dalam (Muchlas, 1975) menyebutkan adanya berbagai hikayat dari penuturan lisan yang dapat ditelusuri seperti Cerita Buah Gelumpang.
Dari hakikat tersebut Muchlas menarik kesimpulan bahwa Anak Dalam berasal dari tiga turunan yaitu:
1.Keturunan dari Sumatera Selatan, umumnya tinggal di wilayah Kabupaten Batanghari.
2.Keturunan dari Minangkabau, umumnya di Kabupaten Bungo Tebo sebagian Mersam (Batanghari).
3.Keturunan dari Jambi Asli yaitu Kubu Air Hitam Kabupaten Sarolangun Bangko (Muchlas, 1975)
Menurut Van Dongen (1906) dalam Tempo (2002), menyebutkan bahwa orang rimba sebagai orang primitif yang taraf kemampuannya masih sangat rendah dan tak beragama. mereka melakukan transaksi dengan bersembunyi di dalam hutan dan melakukan barter, mereka meletakkannya di pinggir hutan, kemudian orang melayu akan mengambil dan menukarnya.
Senada dengan Bernard Hagen (1908) dalam Tempo (2002) (die orang kubu auf Sumatra) menyatakan orang rimba sebagai orang pra melayu yang merupakan penduduk asli Sumatera. Demikian pula Paul Bescrta mengatakan bahwa orang rimba adalah proto melayu (melayu tua) yang ada di semenanjung Melayu yang terdesak oleh kedatangan melayu muda.

B. Karakteristik dan Kultur Suku Kubu

Ciri-ciri fisik dan non fisik
Suku anak dalam termasuk golongan ras mongoloid yang termasuk dalam migrasi pertama dari manusia proto melayu. kulit sawo matang, rambut agak keriting, telapak kaki tebal, laki-laki dan perempuan yang dewasa banyak makan sirih.
Ciri fisik lain yang menonjol adalah penampilan gigi mereka yang tidak terawat dan berwarna kecoklatan. Hal ini terkait dengan kebiasaan mereka yang dari kecil nyaris tidak berhenti merokok serta rambut yang terlihat kusut karena jarang disisir dan hanya dibasahi saja.
Budaya Melangun
Pada masa sekarang apabila terjadi kematian di suatu daerah, juga tidak seluruh anggota Suku Anak Dalam tersebut yang pergi melangun. Hanya angota keluarga-keluarga mendiang saja yang melakukannya.



3

Seloko dan Mantera
Kehidupan Suku Anak Dalam sangat dipengaruhi oleh aturan-aturan hukum yang sudah diterapkan dalam bentuk seloko-seloko yang secara tegas dijadikan pedoman hukum oleh para pemimpin Suku, khususnya Tumenggung dalam membuat suatu keputusan. Seloko juga menjadi pedoman dalam bertutur kata dan bertingkah laku serta dalam kehidupan bermasyarakat Suku Anak Dalam. Bentuk seloko itu antara lain:
1.Bak emas dengan suasa .
2.Mengaji di atas surat
3.Banyak daun tempat berteduh
4.Titian galling tenggung negeri (Tidak ke sini juga tidak kesana/labil)

Besale
kata besale dapat diartikan secara harafiah duduk bersama untuk bersama-sama memohon kepada Yang Kuasa agar diberikan kesehatan, ketentraman dan dihindarkan dari mara bahaya.
Kepercayaan
Komunitas adat terpencil Suku Anak Dalam pada umumnya mempunyai kepercayaan terhadap dewa, istilah ethnic mereka yakni dewo dewo. Mereka mempercayai adanya dewa yang mendatangkan kebajikan jika mereka menjalankan aturannya.
C. Sistem Kekerabatan

Sistem kekerabatan orang Rimba adalah matrilineal yang sama dengan system kekerabatan budaya Minangkabau.Orang Rimba tidak diperbolehkan memanggil istri atau suami dengan namanya, demikian pula antara adik dengan kakak dan antara anak dengan orang tua. Mereka juga tidak menyebut nama orang yang sudah meninggal dunia. Sebenarnya menyebut nama seseorang dianggap tabu oleh orang Rimba.
Kebudayaan orang Rimba juga mengenal sistem pelapisan sosial. Temenggung adalah pemimpin utama dalam struktur kelompok.
D. Organisasi Sosial dan Kelompok Masyarakat pada Suku Kubu
Masyarakat Suku Anak Dalam hidup secara berkelompok, Mereka bebas untuk tinggal bersama dengan kelompok lain. Namun mereka tidak dengan mudah berganti-ganti kelompok/tumenggungnya karena terdapat hukum adat yang mengaturnya
Susunan organisasi sosial pada masyarakat Suku Anak Dalam terdiri dari:
1.Tumenggung, Kepala adat/Kepala masyarakat
2.Wakil Tumenggung, Pengganti Tumenggung jika berhalangan
3.Menti, Menyidang orang secara adat/hakim
Kepemimpinan Anak Dalam tidak bersifat mutlak, mereka sekarang dipilih berdasarkan pengajuan Tumenggung disetujui seluruh anggota. Menurut Temenggung Tarib, jumlah kelompok yang diwakili oleh Temenggung naik dari 3 kelompok pada tahun 1980an.





4
E. Kehidupan Masyarakat Suku Kubu

Makanan
Mereka sudah banyak yang menggunakan beras sebagai makanan pokok sehari-hari. Sebenarnya makanan pokok mereka waktu dahulu adalah segala jenis umbi-umbian yang tumbuh di hutan, seperti keladi, ubi kayu, ubi jalar, umbi silung dan binatang buruan seperti babi hutan, rusa, kancil dan lain-lain.
Pakaian
Meraka pada umumnya tidak berpakaian, namun mereka menggunakan cawat kain untuk menutupi kemaluannya. Dahulu aslinya mereka menggunakan cawat dari kulit kayu terap atau serdang, namun karena cawat dari kulit kayu sering menimbulkan rasa sakit akibat kutu kayu yang masuk ke dalam kulit, sehingga mereka meninggalkannya dan beralih dengan kain yang mereka beli di pasar melalui masyarakat umum.
Tingkat kemampuan intelektual suku anak dalam dapat disebut masih rendah dan temperamen mereka pada umumnya keras dan pemalu. Walaupun masih terbatas, tetapi sudah terjadi interaksi sosial dengan masyarakat luas sehingga keterbukaan terhadap nilai nilai budaya luar semakin tampak.

F. Peralatan, Komunikasi & Seni Suku Kubu
sebagai orang yang memiliki harta benda minimal, termasuk barang seni dan alat teknologi .Kelihatannya menurut kosmologi orang Rimba, mereka tidak terdorong atau tergoda mempunyai harta benda. Ada kerajinan yang dibuat dari bambu, daun, rotan, rumput, kayu dan kulit. Seperti tikar untuk membungkus barang atau sebagai tempat tidur, dan wadah untuk tempat menyimpan, untuk membawa barang dan untuk melengkapi sistem adat, atau sebagai alat tukar-menukar dalam upacara perkawinan.
Pada umumnya, saat mereka pergi ke pasar mingguan atau keluar hutan untuk pergi ke dusun, laki-laki sering memakai celana dan perempuan menutupi badannya agar mereka
tidak merasa malu, demi menghormati budaya dusun serta agar diterima dengan baik.

G. Wilayah Persebaran Suku Kubu

Daerah yang didiami oleh Suku Anak Dalam ada di kawasan Taman Nasional Bukit XII antara lain terdapat di daerah Sungai Sorenggom, Sungai Terap dan Sungai Kejasung Besar/Kecil, Sungai Makekal dan Sungai Sukalado. Nama-nama daerah tempat mereka bermukim mengacu pada anak-anak sungai yang ada di dekat permukiman mereka.
Cagar Biosfer, adalah karena kawasan ini memenuhi ciri-ciri atau kriteria yang sifatnya kualitatif yang mengacu pada kriteria umum Man and Biosphere Reserve Program, UNESCO seperti berikut:
1.Merupakan kawasan yang mempunyai keperwakilan ekosistem yang masih alami dan kawasan yang sudah mengalami degradasi, modifikasi dan atau binaan.
2.Mempunyai komunitas alam yang unik, langka dan indah.
3.Merupakan landscape atau bentang alam yang cukup luas yang mencerminkan interaksi antara komunitas alami dengan manusia beserta kegiatannya secara harmonis.




5
4.Merupakan tempat bagi penyelenggaraan pemantauan perubahan perubahan ekologi melalui kegiatan penelitian dan pendidikan (Dirjen PHPA, 1993).
kawasan Cagar Biosfer Bukit Duabelas terletak diantara lima kabupaten, yaitu kabupaten sarolangun, merangin, bungo, tebo dan batang hari. Kawasan yang di diami orang rimba ini secara geografis adalah kawasan yang dibatasi oleh batang tabir di sebelah barat,
batang tembesi.di kawasan Cagar Biosfer Bukit Duabelas terdapat tiga kelompok Orang Rimba yaitu kelompok Air Hitam di bagian selatan kawasan. Orang Rimba hidup dalam kelompok kelompok kecil yang selalu menempati wilayah bantaran sungai baik di badan sungai besar ataupun di anak sungai dari hilir sampai ke hulu.
Walaupun mereka jarang menggunakan sungai sebagai tempat membersihkan dirinya, tetapi keberadaan sungai sebagai sarana kehidupan mereka terutama untuk kebutuhan air minum, sehingga pemukiman mereka selalu diarahkan tidak jauh dari anak anak sungai.
Wilayah Taman Nasional Bukit XII memiliki beberapa tempat tinggal lain di kaki bukitnya, dengan Bukit Dua Belas sebagai titik sentralnya. Dinamakan Bukit Dua Belas karena menurut Suku Anak Dalam, bukit ini memliki 12 undakan untuk sampai dipuncaknya. Di tempat inilah menurut mereka banyak terdapat roh nenek moyang mereka, dewa-dewa dan hantu-hantu yang bisa memberikan kekuatan.






























6

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Suku anak dalam jambi (Suku Kubu) adalah orang malau sesat yang meninggalkan keluarganya dan lari kehutan rimba sekitar Taman Nasional Bukit 12 itu di namakan mayang segayo.
Penghuni rimba itu masyarakat pagaruyung (Sumatra barat) yang berimigrasi mencari sumber kehidupan yang lebih baik.orang rimba menganut sistim matrinial, sama dengan budaya minag kabau.































7
Daftar Pustaka

·         Depsos RI. 1998, Masyarakat Terasing Suku Anak Dalam dan Dusun Solea Dan Melinani, Direktorat Bina Masyarakat Terasing, Jakarta.
·         Dian Prihatini, 2007. Makalah ”kebudayaan Suku Anak Dalam”. Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi. Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta.
·         Dongen, C.J. Van. Tanpa Tahun, Orang Kubu (Suku Kubu), Arsip Museum Provinsi Jambi, Jambi.
·         Manurung, Butet. 2007, Sokola Rimba, Insist Press, Yogyakarta.
·         Muchlas, Munawir. 1975, Sedikit Tentang Kehidupan Suku Anak Dalam (Orang Kubu) di Provinsi Jambi, Kanwil Depsos Provinsi Jambi, Jambi.
·         Soetomo, Muntholib, 1995, Orang Rimbo : Kajian Struktural-Fungsional Masyarakat Terasing Di Makekal Provinsi Jambi, Universitas Padjajaran, Bandung.
http://www.muratarakab.go.id/berita-20_mengenal-keunikan-sisi-kehidupan-suku-kubu-di-muratara.html

astria

     MAKALAH
    KEHIDUPAN DI NEGARA AUSTRIA

             https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjS39za0MYmmmtpz6pJXXFD5ODBZpnydDLia8DkSbayRCiFjLYYsr-JBsjIAughd4vcvF4L7P5yg1tL1cyGMiGJGz4d6nr802TXfll9w8A-hKYMyu-rYZCyPZjKsyaksn9XQOYasvimoCg/s200/Logo_Gundar.png

        Disusun Oleh :

        QAIS CAHYO WIBOWO
  55415473
    1IA03


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
      UNIVERSITAS GUNADARMA
     2015







BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik,militerekonomisosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut. Negara juga merupakan suatu wilayah yang memiliki suatu sistem atau aturan yang berlaku bagi semua individu di wilayah tersebut, dan berdiri secara independent. Syarat primer sebuah negara adalah memiliki rakyat, memiliki wilayah, dan memiliki pemerintahan yang berdaulat. Sedangkan syarat sekundernya adalah mendapat pengakuan dari negara lain.
Negara adalah pengorganisasian masyarakat yang mempunyai rakyat dalam suatu wilayah tersebut, dengan sejumlah orang yang menerima keberadaan organisasi ini. Syarat lain keberadaan negara adalah adanya suatu wilayah tertentu tempat negara itu berada. Hal lain adalah apa yang disebut sebagai kedaulatan, yakni bahwa negara diakui oleh warganya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atas diri mereka pada wilayah tempat negara itu berada.

B.Tujuan Penulisan
1.   Mengetahui negara-negara bagian dan daerah territorial Austria.
2.   Mengetahui bentuk pemerintahan dan kepadatan penduduk di Austria.
3.   Mengetahui hubungan kerjasama Austria dengan Indonesia.














1
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI........................................................................................................ ii         
BAB I PENDAHULUAN................................................................................... 1
A. Latar Belakang.................................................................................................... 1
B. Tujuan................................................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN..................................................................................... 2
1.Asal Nama...........................................................................................................2
2.Sejarah.................................................................................................................2
3.Politik..................................................................................................................3
4.Negara Dan Kota utama.....................................................................................3
  4.1.Negri..............................................................................................................3
  4.2.Kota Utama....................................................................................................4
5.Geografi..............................................................................................................4
6.Ekonomi.............................................................................................................4
7.Demografi..........................................................................................................5
8.Tentang hubungan indonesia dengan austria.....................................................5 
         BAB III PENUTUP................................................................................................ 7
Kesimpulan.............................................................................................................. 7
         DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................. 8



















Ii






BAB II
PEMBAHASAN
1.Asal Nama
Dalam bahasa Jerman nama Österreich bisa diterjemahkan menjadi “Kerajaan Timur” kata itu diturunkan dari bahasa Jerman Kuno Ostarrîchi. Istilah ini mungkin berasal dari terjemahan dari Latin untuk nama daerah tersebut: Marchia orientalis, yang berarti “perbatasan timur”, mengingat negara itu memang terletak di ujung timur dari Kekaisaran Suci Romawi. Nama Ostmark juga digunakan untuk menyebut Anschluss semenjak Reich Ketiga.
2.Sejarah
Wilayah Austria yang pada mulanya dikenal sebagai Kerajaan Norikum yang dipimpin oleh salah satu puak Kelt, dan merupakan sekutu lama Romawi. Wilayah ini didiami (dan bukan ditaklukkan) oleh para penduduk Romawi pada pemerintahan Augustus dan dijadikan Propinsi Norikum pada tahun 16 SM. Kemudian berturut-turut Austria ditaklukan oleh HunLombardiaOstrogoth,Bavaria, dan Franka. Akhirnya setelah diperintah selama 48 tahun oleh Hongaria (dari tahun 907 hingga 955), wilayah inti Austria dianugrahkan kepada Leopold dari Babenberg pada tahun 976. Setelah menjadi bagian dari Kekaisaran Romawi Suci, Babenberg mengambil alih pemerintahan dari abad ke-10 hingga abad ke-13. Setelah Pangeran Frederick II meninggal pada tahun 1246 dan tidak memiliki penerus, Rudolf I dari Wangsa Habsburg membagikan tanahnya kepada anak-anak lelakinya dan seorang putrinya yang bernama Davieeranth untuk mengawali masa pemerintahan Wangsa Habsburg sampai awal abad ke-20.
Selepas kejatuhan Kekaisaran Romawi Suci pada 1806, terbentuklah Kekaisaran Austria. Setelah berlangsung persaingan dengan Kerajaan Prusia untuk mendominasi kerajaan-kerajaan bangsa Jerman selepas Perang Napoleon, terbentuklah dwimonarkiKekaisaran Austria-Hongaria pada 1867. Kekaisaran ini terpecah belah menjadi banyak negara selepas keruntuhan Kekuatan Tengah pada Perang Dunia I, salah satunya adalah Republik Austria sebagai awal dari negara Austria modern.
Pada 1918, Austria menjadi sebuah negara republik sampai tahun 1934 saat Engelbert Dollfuss mewujudkan sistem diktator. Austria dicaplok oleh Jerman di bawah rezim Nazi pada 1938. Selepas kekalahan Jerman padaPerang Dunia II, pihak Sekutumengambil-alih administrasi Austria. Pada tahun 1955 Austria dibebaskan dan menjadi sebuah negara republik yang merdeka dengan syarat Austria mesti bersifat netral. Meskipun demikian, dalam perkembangannya Austria semakin condong kepada kekuatan Barat.


2

3.Politik
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/cf/Vienna_Parlament_2005.jpg/300px-Vienna_Parlament_2005.jpg
Gedung Parlemen di Wina
Austria menjadi republik federal, demokrasi parlementer melalui Konstitusi Federal 1920. Diperkenalkan kembali pada 1945kepada 9 negara bagian Republik Federal. Kepala Negara ialah Presiden Federal, yang dipilih secara langsung. KetuaPemerintahan Federal ialah Kanselir Federal, yang diangkat presiden. Pemerintahan bisa dihapus dari posisi oleh dekrit presiden maupun mosi tidak percaya di kamar parlemen yang lebih rendah, Nationalrat.
Parlemen Austria terdiri atas 2 kamar. Susunan Nationalrat ditentukan tiap 4 tahun oleh Pemilu bebas yang mana tiap warga negara diizinkan memilih untuk mengisi ke-183 kursinya. "Rintangan Empat Persen" mencegah perpecahan besar pada kancah politik di Nationalrat dengan menghadiahi kursi hanya kepada ParPol yang telah mendapat sedikitnya 4% permulaan pemilu, atau dengan pilihan lain, telah memenangkan kursi langsung, atau Direktmandat, di salah satu dari 43 distrik pemilihan regional. Nationalrat ialah kamar dominan dalam pembentukan badan legislatif di Austria. Bagaimanapun, Majelis Parlemen Atas, Bundesratmemiliki hak veto terbatas. Konvensi, disebut Österreich–Konvent [1] diadakan pada 30 Juni 2003 untuk memutuskan usulan mereformasi konstitusi, namun telah gagal mengajukan usulan yang akan menerima dua pertiga suara di Nationalrat yang perlu untuk amandemen dan/atau reformasi konstitusional. Bagaimanapun beberapa bagian penting laporan akhir umumnya disetujui dan tetap diharapkan untuk diwujudkan.
4.Negara dan Kotautama
Negeri
Sebagai republik, Austria dibagi menjadi sembilan negara bagian, (di Austria disebut Negara Bagian Austria|Bundesländ/er). Negara bagian ini kemudian dibagi lagi menjadi distrik (Bezirk) dan kota (Stadt). Selanjutnya pada tingkat lebih rendah dibagi menjadi Gemeinde.



3
Peta pembagian administratif Austria
Dalam bahasa Indonesia
Dalam bahasa Jerman
Negara Bagian
Ibu kota
Burgenland
Eisenstadt
Kärnten
Klagenfurt
Niederösterreich
St. Pölten
Oberösterreich
Linz
Salzburg (Land)
Salzburg
6 Stiria
Steiermark
Graz
7 Tirol
Tirol
Innsbruck
Vorarlberg
Bregenz
9 Wina
Wien
Wien

Kota-kota utama di Austria ialah Wina dan ibu kota negeri-negeri di Austria yaitu St. Pölten, Linz, Salzburg, Innsbruck, Bregenz, Klagenfurt, Graz dan Eisenstadt.
5.Geografi
Bagian barat dan selatan Austria terletak di Pegunungan Alpen menjadikannya destinasi menarik untuk olahraga musim dingin. Gunung yang tertinggi di Austria ialah Grossglockner setinggi 3.798 m dari permukaan laut dan diikuti dengan Wildspitze (3.774 m).
Bagian utara dan timur kebanyakkan kawasan berbukau. Iklim Austria bersifat sederhana dan dingin (temperate climate).
6.Ekonomi
Berdasarkan penghasilan per kapita, Austria adalah negara terkaya ke-12 di dunia. Austria mempunyai ekonomi pasaran maju dan taraf hidup yang tinggi. Ekonomi Austria mempunyai hubungan yang erat dengan ekonomi Kesatuan Eropa yang lain terutama sekali Jerman. Penyertaan dalam EU telah menarik banyak pekerja asing kerana kemudahan untuk memasuki pasaran tunggal Eropa. Pertumbuhan rendah di Jerman akan mengganggu pertumbuhan ekonomi Austria seperti yang terjadi pada tahun 2001.
Mata uang yang digunakan adalah Euro. Euro pertama kali diedarkan di Austria pada tanggal 1 Januari 1999.

4

7.Demografi
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/06/Volksgarten.JPG/225px-Volksgarten.JPG
Taman Volksgarten
Etnis Jerman ialah etnis terbanyak di negara ini yakni lebih kurang 85% hingga 89% daripada populasi Austria. Lebih kurang 10% yang lain terdiri daripada pendatang yang berasal dari negara sekitar terutama sekali dari negara Blok Timur. Negeri Carinthia dan Styria menjadi tempat tinggal untuk minoritas Slovenia yaitu lebih kurang 18.000 orang. Bahasa Jerman menjadi bahasa resmi pemerintahan dan digunakan oleh hampir keseluruhan penduduk Austria. Disebabkan muka Bumi yang berbeda, dialek Jermannya juga berbeda. Hampir semua kawasan menggunakan dialek Austro-Bavaria kecuali di barat Austria (Vorarlberg) yang menggunakan dialek Alemanik (Alemannic).
Bahasa Jerman yang digunakan oleh Austria juga berbeda dari segi tata bahasa dengan bahasa Jerman di Jerman.
Hampir tiga suku rakyat Austria beragama Katolik Roma. Lebih kurang 326.990 orang Austria beragama Islam (4%) dan 408.700 orang yang lain beragama Protestan. Orang Yahudi juga sudah lama menetap di Austria. Pada 1930, banyak orang Yahudi bermigrasi keluar dari Austria dan selebihnya dibunuh ketika Holocaust. Ini menyebabkan populasi orang Yahudi berkurang dari 100.000 menjadi antara 10.000 dan 20.000.
 8.Tentang Hubungan Austria Dengan Indonesia
Meskipun Indonesia dan Austria belum banyak melakukan hubungan kerjasama yang mendalam tetapi kedua negara berupaya untuk meningkatkan hubungan bilateral khususnya kerjasama di bidang pertahanan dan militer angkatan darat. Kerjasama yang telah dilakukan kedua negara seperti pengiriman pasukan perdamaian PBB ke Suriah. Ada sekitar seribu pasukan misi perdamaian yang terlibat dalam misi perdamaian  di Suriah. 

Hubungan kerjsama yang mungkin dilakukan antara militer kedua negara mungkin dalam bentuk latihan gabungan angkatan bersenjata kedua negara dalam rangka misi perdamaian dunia. Untuk itu kedua negara akan menjajaki kemungkinan mewujudkan hal tersebut






5

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Bagian barat dan selatan Austria terletak di Pegunungan Alpen menjadikannya destinasi menarik untuk olahraga musim dingin. Gunung yang tertinggi di Austria ialah Grossglockner setinggi 3.798 m dari permukaan laut dan diikuti dengan Wildspitze (3.774 m).
Bagian utara dan timur kebanyakkan kawasan berbukau. Iklim Austria bersifat sederhana dan dingin (temperate climate)dan Hubungan kerjsama yang mungkin dilakukan antara militer kedua negara mungkin dalam bentuk latihan gabungan angkatan bersenjata kedua negara dalam rangka misi perdamaian dunia. Untuk itu kedua negara akan menjajaki kemungkinan mewujudkan hal tersebut.